Tim Van Damme Inspired by Tim Vand Damme

Populer

Welcome to My Website

“Welcome to the wonderful world of radarmalang.net. With advanced features of activating account and new login widgets, you will definitely have a great experience of using RM.”



Komputer

Diberdayakan oleh Blogger.

Seputar Malang

More on this category »

Universitas

More on this category »

Internet


=»» Kami Mohon Maaf situs ini dalam perbaikan. Kami Segera Kembali ! Kinaonak !

Hot News

Network

More on this category »

Blog

Tampilkan postingan dengan label Aliansi Mahasiswa Papua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aliansi Mahasiswa Papua. Tampilkan semua postingan

Konflik Timika: Konfilk Antar Kelompok, Ada yang Bermain

Konflik Timika: Konfilk Antar Kelompok, Ada yang Bermain


Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Yogyakarta tidak sepakat dengan pemberitaan media yang mengatakan bahwa konflik di Timika merupakan perang suku, seperti diberitakan beberapa media nasional.

Menurut AMP, perang suku di Papua mempunyai aturan yang jelas, salah satunya, punya jangka waktu perang yang ditentukan oleh kedua belah pihak. Perang suku melihat korban, jika korban banyak yang berjatuhan maka pasti ada perdamaian.

Hal tersebut disampaikan Roy Karoba, Mantan Ketua Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dari Asrama Kamasan I Papua di Yogyakarta, Jumat (15/3).

"Orang tua kami sudah meninggalkan perang suku sejak dulu. Karena perang suku mempunyai pontensi ketika hidup masyarakat Papua dalam kelompok-kelompok. Tetapi perang suku sakarang tidak ada, kami juga sudah hidup tersebar," jelas Karoba.

Karoba menjelaskan, konflik terjadi terkait batasan wilayah.

"Konflik ini bukan perang suku karena kalau media mengatakan bahwa perang suku, maka akan memicu konflik baru. Konflik bias terjadi diantara moni dan dani yang mendiami di berbagai wilayah di Indonesia," tutur Roy.Jika demikian, siapa yang menjadi aktor dibalik konflik antar warga di Timika?

AMP menduga kuat, perusahaan, pemerintah dan aparat kemanan Indonesia bermain di dalam konfik di Timika," duga Karoba.

Telius Yikwa sebagai sekretaris AMP Komite Kota Yogyakarta membenarkan bahwa konflik di Timika konflik antar kelompok, dan bukan perang suku.

"Pemerintah, Kemanan, dan lembaga-lembaga yang terkesan diam dalam menangani masalah ini," kata Yikwa. Sementara Wenas Kobogau, aktivis AMP lainnya menjelaskan, konflik di Timika itu hanya soal tapal batas antata Moni dan Dani sudah aman, dibicarakan oleh kepala suku. Tetapi konflik ini timbul ketika Yudas Zonggonau ditembak dari dalam hutan hingga mengenai dada dan tembus di belakang dada.

"Pelaku belum diketahui," tutur Kobogau. "Karena pelakunya belum diketahui, suku moni menggap bahwa pelakunya adalah suku Dani. Tetapi hingga saat ini belum diketahui," ungkapnya.

Emanuel Gobay, staf Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta menduga bahwa Konflik yang terjadi di Timika adalah konflik yang dipelihara oleh negara, perusahaan atau kepentingan pihak tertentu, karena konflik di Timika dinilainya cukup lama ada, dan belum terselesaikan hingga saat ini. (Admin)
Penulis : Agustinus Dogomo
Sumber :http://radarmalang.com
Read more

Pengurus Baru AMP Komite Kota Kota Se-Malang Raya Dilantik

Penulis : Yermias Degei |                   

Suasana serahterima jabatan Ketua AMP Malang. Foto: Ist.


Malang, MAJALAH  SELANGKAH --
Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Malang melantik dan melakukan serahterima jabatan dari pengurus lama kepada pengurus baru, Minggu (23/02/14) lalu. Pelantikan dan serahterima ini dilakukan setelah AMP Malang sempat vakum selama 4 tahun.

Di hadapan kurang lebih 60 orang yang terdiri dari Senioritas, pelajar Mahasiswa Papua di Malang serta beberapa perwakilan dari AMP Komite kota Surabaya Ketua AMP lama, Jack Hubby digantikan Ketua AMP Malang baru, Charles Sondegau.

Ketua AMP lama, Jack Hubby mengatakan, Papua saat ini mengalami banyak masalah mulai dari masalah sosial, ekonomi, politik hinggga pada masalah HAM yang sangat menonjol serta eksploitasi SDA yang terus berjalan sejak diintegrasikan Papua ke dalam NKRI melalui PEPERA yang dianggap cacat hukum karena tidak berlangsung sesuai dengan Hukum Internasional yang berlaku pada saat itu.

Karena itu, harapnya, pengurus AMP baru bisa dapat menyuarakan masalah-masalah yang ada di Papua sesuai dengan AD dan ART AMP.

Dalam keterangan yang diterima majalahselangkah.com sore ini, BPH IPMAPA Malang, Anton Nawipa mengharapkan, "Kita berbicara dan bertindak. Kami inginkan bukti di lapangan bukan hanya sekedar kata-kata. Kami IPMAPA akan selalu berada di belakang kawan-kawan AMP, maju, maju dan terus maju," ungkap Ketua IPMAPA Malang. (MS/Yermias Degei)
Read more